Jumat, 02 Agustus 2019


TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
TENTANG
MANAJEMEN KELAS



Disusun Oleh :


REFNIA ANDRIANTI
(1620225)
Prodi : 
PGSD


DOSEN PEMBIMBING :
YESSI RIFMASARI, M.Pd

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP ADZKIA 
PADANG 
2019






MANAJEMEN KELAS


A. KONSEP MENAJEMEN KELAS

1. PENGERTIAN MANAJEMEN KELAS
Manajemen merupakan kemampuan dan ketrampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif , efektif dan efisien.
   Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Dan yang dimaksud dengan kelas, bukan hanya kelas yang merupakan ruangan yang dibatasi dinding tempat para siswa berkumpul bersama untuk mempelajari segala yang disajikan oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran dengan beragam keunikan yang dimiliki. Sedangkan kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik, dan pandangan dari segi siswa. 

  Disamping itu, Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yaitu: 

1 SulistyoriniKelas dalam arti sempit : ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing.

 2. Kelas dalam arti luas : suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.Secara sederhana, kelas dapat diartikan sebagai unit kerja terkecil di sekolah yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan pembelajaran. Pembagian kelas sebagai sebuah unit biasanya ditentukan oleh jenjang usia peserta didik.

Manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses pembelajaran secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, dengan baik dan tujuan kurikurer dapat tercapai.Arikunto memberikan pengertian pengelolaan kelas sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan pembelajaran yang membantu dengan maksud agar mencapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang terlaksana. Berdasarkan uraian dan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah proses atau upaya yang dilakukan oleh seseorang guru secara sistematis untuk menciptakan dan mewujudkan kondisi kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.

B. TUJUAN MANAJEMEN KELAS 

      Sebagai pengelolaan kelas guru atau wali kelas dituntut mengelolan kelas sebagai lingkungan belajar siswa. Juga sebagai bagian dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan. Karena tugas guru yang utama adalah menciptakan suasana di dalam kelas agar terjadi interaksi pembelajaran dengan baik dan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, guru dan wali kelas dituntut memiliki kemampuan yang inovatif dalam mengelola kelas. Dengan pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat tercipta kondisi kelompok belajar yang proporsional terdiri dari lingkungan kelas yang baik yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta tersedia kesempatan yang memungkinkan untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan dengan guru, sehingga siswa mampu melakukan self activity dan self control secara bertahap, tetapi pasti menuju taraf yang lebih dewasa. 
Secara umum yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam pandangan sudirman adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap apresiasi para siswa. Secara khusus yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam pandangan Usman adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. 

C. PROSES MANAJEMEN KELAS

 Proses dalam penyelenggaraan manajemen kelas yaitu:


Perencanaan
1. Tujuan, manfaat, hasil yang dicapai sasaran yang dirumuskan secara jelas
2. Pedoman manajemen kelas disusun secara jelas dan dapat diaplikasikan oleh pengguna
3.  Standar kinerja guru yang disusun dapat diaplikasikan oleh pengguna
4. Standar kinerja guru yang disusumn dapat diaplikasikan dan terukur
5. Sumber daya utama dan pendukung perlaksana pembelajaran di kelas dipersiapkan sedemikian rupa untuk pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien

Pelaksanaan
1. Satuan waktu pelajaran ditetapkan sesuai dengan substansi dan tujuan kegiatan
2. Penentuan sumber daya disesuaikan dengan substansi dan tujuan kegiatan pembelajaran
3.  Alokasi sumber daya kelas didasari atas pertimbangan efisiensi dan efektivitas
4.  Implementasi program pembelajaran di kelas konsisten dengan perencanaan yang telah dibuat

Evaluasi
1. Instrumen evaluasi pembelajaran disusun sesuai dengan tujuan dan cakupan substansi kegiatan
2.  Untuk kegiatan pembelajaran tertentu, evaluasi mencakup pre-test untuk mengukur nilai tambah setiap sesi pembelajaran
3. Dilakukan analisis kesenjangan antara kompetensi dan kinerja yang diharapkan dengan nyata
4.  Setiap kegiatan dievaluasi pembelajaran dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terutama kepala sekolah, staf, orangtua dan siswa

Tindak lanjut
1. Hasil evaluasi menjadi acuan penyempurnaan program pembelajaran dan manajemen kelas
2. Hasil evaluasi menjadi acuan perencanaan baru program pembelajaran dan manajemen kelas

D. STRATEGI MANAJEMEN KELAS

       Strategi manajemen kelas adalah polas atau siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar secara optimal, aktif dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi manajemen kelas adalah kegiatan menciptakan, mempertahankan, dan mengembalikan kondisi yang optimal dalam proses pembelajran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Ragam strategi manajemen kelas meliputi:

1.      Penataan Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar dikelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat diklasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial.
Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yag diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, guru, serta lingkugan sekitar.

2.      Cara Pengajaran Guru
Dalam rangka memelihara kondisi dan suana belajar yang kondusif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. karena mengaja adalah hal kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai berbagai strategi dan perspektif dan dapat serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel.dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pembelajaran, strategi pelajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas, keahlian motivasial, keahlian komunikasi, dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi pembelajaran seperti:
a)      Strategi pemblejaran seluruh kelas
b)      Strategi pembelajaran kelompok kecil
c)      Strategi pembelajaran dengan bekerja berpasangan
d)     Strategi pembealajarn individu

3. Pengaturan Perilaku dan Pemberian Motivasi kepada Siswa
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan kan lingkungan dimana siswa berinteraksi, diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya, seringkali muncul perilaku siswa yang mengganggu kondisi kelas. Oleh karena itu, guru dapat menerapkan sistem reward dan punishment. Reward ataw penghargaan diberikan kepada siswa yang berprestasi dan berperilaku baik, sedangkan Punishment atau hukuman diberikan atau ditujukan kepada siswa yang melanggar peraturan. Reward dan Punishment berfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.
Seorang guru harus mempunyai strategi untuk memotivasi siswa-siswa dalam pembelajaran. Menurut Chatarina ada beberapa strategi motivasi belajar siswa antara lain:
a)   Membangkitkan minat belajar
b)   Mendorong rasa ingin tahu
c)  Menggunakan variasi metode penyajian         menarik
d)  Membantu siswa dalam merumuskan            tujuan pembelajaran.





DAFTAR PUSTAKA

Sulistyorini, 2009. Manajemen Pendidikan           Islam. Yogyakarta: Teras

Hadari Nawawi .1982 .Organisasi Sekolah        dan Pengelolaan Kelas Sebagai Lembaga         Pendidikan. Jakarta:Gunung Agung.

Novan Ardy Wiyani, 2013. Manajemen               Kelas. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.

Suharsimi Arikunto, 1992. Pengelolaan              Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan                Evaluatif. Jakarta: Rajawali Press.

https://www.scribd.com/doc/315153931/Manajemen-Kelas-pdf

http://repo.iain-tulungagung.ac.id/6463/5/BAB%20II.pdf
ad





9 komentar: